SAY NO TO HIV/AIDS
Sebagai sebuah lembaga pendidikan Islam yang peduli terhadap perbaikan kehidupan, Institut Agama Islam Darussalam Ciamis kembali menggelar pendidikan masyarakat yang dikemas dalam sebuah seminar. Kali ini seminar dengan tingkat internasional yang mengangkat tema “HIV/AIDS Education And Prevention” sebagai bahan pembahasan. Tema yang tentu masih selalu hangat dibicarakan oleh orang banyak mengingat dampak dan penyebarannya yang masih sangat sulit diantisipasi.
Seminar yang dilaksanakan pada Jum’at (28/03) di Gedung Nadwatul Ummah Pesantren Darussalam Ciamis ini diisi oleh tiga orang speakers, yaitu dr. H. Ramdhan Pahsja (Indonesia), memaparkan tentang HIV/AIDS Education and Prevention among Students and Youths, Piper L. Crisovan, Ph. D. (United State Of America), memaparkan tentang Cultural Perception on HIV/AIDS in Indonesia, dan Dr. Bakri Muhammad Khatir, M.A. (Sudan), memaparkan tentang HIV/AIDS Education and Prevention: Experience from Sudan. Sebagai Keynote Speaker menghadirkan Dr. Fadlil Munawwar Manshur, M.S. (Indonesia) selaku Rektor IAID. Beliau juga mengungkapkan penyebaran HIV/AIDS di seluruh dunia termasuk di Indonesia yang gerak pertumbuhannya menghawatirkan. Penyakit yang belum dapat disembuhkan tersebut bahkan telah sampai di daerah Ciamis.
Dalam seminar yang diikuti oleh lebih kurang seribu orang ini, Dr. Piper mengungkapkan seluk beluk HIV/AIDS dan dampaknya. Beliau yang mengambil disertasi mengenai HIV/AIDS di Indonesia juga menyampaikan pengalaman penelitiannya selama dua tahun di Yogyakarta. Yang unik adalah Dr. Piper dalam presentasinya tidak hanya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, tapi juga menggunakan bahasa Indonesia dengan logat khas orang Barat. Hingga dalam penyampaiannya lebih dimengerti dan kadang menghadirkan tawa karena cara bicaranya yang lucu.
Begitu pula Dr. Bakri, pembicara asal Sudan ini juga menggunakan bahasa Indonesia dalam presentasinya. Dengan perwakan mirip pemain basket NBA, Dr. Bakri menyampaikan tentang bagaimana HIV/AIDS di negara asalnya. Dan dr. Ramdhan juga memberikan paparannya mengenai HIV/AIDS di Indonesia dan pandangannya dalam Islam.
Sebagai bagian penutup seminar yang merupakan rangkaian Wisuda IAID yang diselenggarakan esok harinya (29/03), para audience diajak berdialog mengenai HIV/AIDS. Sempat mendapat perhatian khusus dan perbedaan pandangan dari para pembicara saat salah seorang peserta bertanya mengenai pemakaian kondom sebagai pencegahan HIV/AIDS.
Tentu saja sebagai kesimpulan akhir dari seminar tersebut adalah deklarasi SAY NO HIV/AIDS.
Visitors :13322 Org
Hits : 54144 hits
Month : 849 Users