Darussalam akan Selalu dalam kenangan
Satu hal yang acap dikenang oleh alumni Pesantren Darussalam adalah kebersahajaan pesantren ini dalam keseharian santrinya. Malah, seperti yang kerap terucap dari K.H. Irfan Hielmy—pengasuh Pesantren yang selalu mengajarkan kebersahajaan—setiap menerima kunjungan tamu, selalu disambut dengan kalimat yang sama: "Selamat datang di tempat kami, pesantren yang sangat sederhana". Itu pula yang menjadi salah satu penekanan kepada santrinya, yaitu untuk selalu mengambil posisi dengan kerendah-hatian.
Namun selaras dengan perkembangan dan dinamika zaman, Pesantren Darussalam tidak bisa menghindar dari pengaruh serta side effect akulturasi dan modernisasi. Dunia kini, dengan teknologi informasi yang sulit diikuti secara kasat mata, segala macam bentuk ‘buaian’ zaman telah merasuk jauh ke basis-basis umat Islam. Melakukan kesalahan —kalau tidak mau disebut dosa, adalah perkara yang sangat gampang, murah, dan transparan. Sementara itu, filter yang berguna untuk menyaring pengaruh buruk dari dahsyatnya kapak perang globalisasi sudah merupakan barang langka, mahal, dan tersembunyi. Di sinilah peran Pesantren, peran strategis yang diemban oleh Pengurus Pesantren dalam mengaplikasikan cita-cita Pengasuh Pesantren, yakni membuat sebanyak mungkin filter untuk menyaring dan meredam gempuran modernisasi dan globalisasi.
Pondok Pesantren Darussalam memiliki kekuatan besar untuk menjadikan Islam sebagai rahmat bagi semua alam. Islam adalah global, dan pesantren inilah yang akan memperjuangkannya. Bersiaplah.
Visitors :13326 Org
Hits : 54177 hits
Month : 852 Users